DAMPAK TRANSPORTASI PADA LAYANAN PELANGGAN

Transportation Impacts on Customer Service

transportasiTransportasi merupakan pemindahan barang dan manusia dari tempat asal (dari mana kegiatan pengangkutan dimulai) ke tempat tujuan (kemana kegiatan pengangkutan diakhiri). Transportasi bukanlah tujuan, melainkan sarana untuk mencapai tujuan yang berusaha mengatasi kesenjangan jarak dan waktu. Jasa transportasi merupakan salah satu factor masukan (input) dari kegiatan produksi, perdagangan, pertanian, dan kegiatan ekonomi lainnya.Manusia sangat membutuhkan transportasi karena untuk memenuhi kebutuhan hidup yang sangat beraneka ragam yang umumnya berkaitan dengan produksi barang dan jasa. Selain itu manfaat transportasi dapat dilihat dari berbagai segi kehidupan masyarakat, yakni manfaat ekonomi, manfaat social, manfaat politis, dan manfaat kewilayahan.Kemudahan yang dapat diperoleh karena transportasi bagi manusia adalah mudahnya mengatasi jarak anatara sumber daya manusia dengan sumber daya alam atau barang produksi yang dibutuhkan manusia yang terletak pada masing-masing geografi.Karena begitu pentingnya transportasi bagi kehidupan manusia, maka perlu dilakukan pengelolaan atau manajemen transportasi yang baik.

Unsur-unsur transportasi meliputi:

  1. Ada muatan yang diangkut
  2. Tersedia kendaraan sebagai pengangkutnya
  3. Ada jalanan yang dapat dilalui
  4. Ada terminal asal dan terminal tujuan
  5. Sumber daya manusia dan organisasi atau manajemen yang menggerakkan kegiatan transportasi tersebut.

Sistem transportasi dari suatu wilayah dapat didefinisikan sebagai suatu sistem yang terdiri dari prasarana/sarana dan sistem pelayanan yang memungkinkan adanya pergerakan ke seluruh wilayah, sehingga terakomodasinya mobilitas penduduk, dimungkinkan adanya pergerakan barang, dimungkinkan akses ke semua wilayah.

Pengangkutan memberikan jasa kepada masyarakat, yang disebut jasa angkutan. Jasa angkutan merupakan keluaran (output) perusahaan angkutan yang bermacam-macam jenisnya sesuai banyaknya jenis alat angkutan (seperti jasa pelayaran, jasa kereta api, jasa penerbangan, jasa angkutan bus dan lain-lain). Sebaliknya, jasa angkutan merupakan salah satu faktor masukan (input) dari kegiatan produksi, perdagangan, pertanian dan kegunaan lainnya

Untuk menunjang perkembangan ekonomi yang mantap perlu dicapai keseimbangan antara penyediaan dan permintaan angkutan. Jika penyediaan jasa angkutan lebih kecil daripada permintaannya, akan terjadi kemacetan arus barang dan penumpang yang dapat menimbulkan kegoncangan harga di pasaran. Sebaliknya, jika penawaran jasa angkutan melebihi permintaannya maka akan timbul persaingan tidak sehat yang akan menyebabkan banyak perusahaan angkutan rugi dan menghentikan kegiatannya, sehingga penawaran jasa angkutan berkurang, selanjutnya menyebabkan ketidaklancaran arus barang dan kegoncangan harga di pasaran.

Transportation Impacts on Customer Service” yang berarti “Dampak Transportasi pada Layanan Pelanggan”. Hal ini berarti transportasi memiliki peranan yang sangat penting (vital) kaitannya dengan proses pelayanan pelanggan. Pelanggan tentunya menginginkan fasilitas transportasi yang layak serta dapat diandalkan baik itu dalam proses pengiriman suatu barang ataupun kaitannya dengan sarana angkut penumpang.

Adapun faktor –faktor yang mempengaruhi dampak transportasi pada layanan pelanggan diantaranya:

1. Konsistensi Layanan (Dependability ,Consistency of service )

Transportasi merupakan salah satu dari hal yang sangat krusial dalam proses pengiriman suatu barang, dikarenakan dalam prosesnya dipastikan akan banyak hal – hal penghambat yang akan menjadikan bahan pertimbangan bagi para customer (pelanggan) dalam menentukan pilihan jasa transportasi mana yang akan digunakan. Kaitannya dengan transportasi, masing – masing indvidu atau pelanggan tentunya menginginkan fasilitas transportasi yang layak serta dapat diandalkan baik itu dalam proses pengiriman suatu barang ataupun kaitannya dengan sarana angkut penumpang. Sudah pastinya selaku penyedia transportasi mampu memberikan pelayanan yang optimal guna memenuhi kebutuhan para pelanggan.

Jika selaku penyedia jasa transportasi sudah mampu dalam memberikan pelayanan yang optimal maka tentunya para pelanggan akan memberikan kepercayaan penuh pada penyedia jasa karena bagi mereka kita mampu diandalkan dalam proses terkirimnya suatu barang.

Sebagai penyedia layanan transportasi hendaknya mampu memberikan konsistensi dalam pelayanan yang diberikan sehingga pelanggan sehingga kepercayaan dari pada pelanggaan akan tetap terjaga.

 2    Waktu Pengangkutan (Time – In – Transit)

Sasaran utama pelayanan jasa angkutan adalah meminimumkan waktu, meliputi waktu perjalanan dan waktu pelayanan (pemrosesan). Cepat sampai di tujuan dengan selamat, bila mungkin plus kenyamanan adalah tuntutan masyarakat pengguna jasa terhadap layanan jasa. Waktu perjalanan buhan hanya lama waktu dalam kendaraan, tetapi juga lama waktu proses layanan di terminal. Cepat dalam layanan di terminal dan selama dalam perjalanan akan berarti mempersingkat waktu perjalanan.

 3. Kemampuan Untuk Memenuhi Cakupan Pasar (Market Coverage – The Ability To Provide)

Sistem transportasi yang baik juga akan mampu mendukung program program terkait pembangunan ekonomi (economic developmant) seperti regional marketing, investment promotion, tourism development, supporting UKM  dan lain lain. Semakin bagus system transportasi maka dalam proses pemenuhan kebutuhan akan semakin lancar. Karena transportasi akan menjadi kunci penentu daripada semua kegiatan yang intinya akan meningkatkan value added atau nilai tambah dari apapun.

 4. Fleksibilitas (Flexibility)

Fleksibilitas suatu pelayanan jasa angkutan sangat dibutuhkan oleh pengguna jasa dalam mempermudah proses pengiriman suatu barang. Dimana setiap pelayanan jasa angkut hendaknya mampu menangani berbagai macam produk serta mengklasifikasikan berdasarkan kelasnya masing – masing. Hal ini bertujuan mempermudah shipper dalam mencari sarana angkutan yang telah memiliki standar dalam proses pelayanan barang – barang khusus.

 5. Kinerja Yang Tidak Baik (Loss And Damage Performance)

Sebagai penyedia jasa angkutan sudah tentu harus didukung dengan kinerja yang baik, bagaimanapun penyedia jasa angkutan merupakan wakil dari pada pemilik barang yang ditugaskan membawa barang dengan selamat hingga ke tempat tujuan. Kinerja yang tidak baik akan mengakibatkan kerugian serta kerusakan terhadap barang yang diangkut, hal ini akan berdampak besar terhadap pelanggan dimana pelanggan tidak akan percaya lagi dengan jasa yang kita tawarkan.

 6. Kemampuan Untuk Memberikan Pelayanan Diatas Standar (Ability Of The Carrier To Provide More Than Basic Transportation Service)

Pelayanan prima merupakan suatu pelayanan terbaik, melebihi, melampaui, mengungguli pelayanan yang diberikan oleh pihak lain. Dengan kata lain, pelayanan prima merupakan suatu pelayanan yang memenuhi standar kualitas. Pelayanan yang memenuhi standar kualitas adalah suatu pelayanan yang sesuai dengan harapan dan kepuasan pelanggan/masyarakat. Adapun pelayanan prima diatas standar yang biasa diterapkan sebagai berikut:

  1. Ketepatan waktu pelayanan berkaitan dengan waktu tunggu dan proses.
  2. Kualitas pelayanan berkaitan dengan akurasi atau kepetatan pelayanan.
  3. Kualitas pelayanan berkaitan dengan kesopanan dan keramahan pelaku bisnis.
  4. Kualitas pelayanan berkaitan dengan tanggung jawab dalam penanganan keluhan pelanggan.

Posted on Oktober 2, 2013, in Materi Kepelabuhanan and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: