Drivers of Change for Future Transportation

Penggerak Perubahan Transportasi Masa Depan

 

Penggerak perubahan untuk sistem transportasi masa depan dapat dibagi  kedalam enam kategori utama diantaranya :

  1. Kebijakan (Policy)
  2. Demografi & masyarakat (Demography and society) .
  3. Energi & lingkungan (Energy & Environment)
  4. Teknologi (Technology)
  5. Ekonomi (Economic)
  6. Keuangan (Finance)

Masing-masing kategori memiliki peran individu di dalam hubungannya, oleh karena itu untuk menetapkan hasil akurat hampir tidak mungkin karena terlalu banyak adanya keterkaitan dan ketidakpastian, terutama jika kerangka waktu dianggap yang lebih lama. Namun hal itu mungkin untuk mengidentifikasi tren yang dapat mempengaruhi setiap penggerak individu dan  mencoba untuk menilai bagaimana tren ini akan membentuk komponen yang berbeda dari tiap sistem transportasi.

 

Drivers of Change for Future Transportation

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1. KEBIJAKAN (Policy)

Kebijakan tidak dapat dipisahkan dari  skala dan kompleksitas sistem transportasi, terutama ketika kebijakan memiliki rentang dalam beberapa yurisdiksi, hal ini akan membutuhkan pendekatan baru dalam pemerintahan. Peran dan dampak dari kebijakan pemerintah umumnya mengalami siklus komitmen meningkat diikuti dengan berbagai bentuk penghematan ( misalnya privatisasi ) sebagai peraturan menyebabkan praktek-praktek yang tidak produktif dan konsekuensi yang tidak diinginkan. Terlepas dari deregulasi, transportasi tunduk pada berbagai bentuk peraturan yang berkaitan dengan keselamatan, keamanan dan lingkungan. Peraturan ini juga ikut serta dalam kegiatan perpajakan transportasi, menambah kompleksitas manajemen dan beban biaya.

Adapun dari kebijakan ini dapat mempengaruhi beberapa hal sebagai berikut:

a. Pemerintahan (Governance)

Pemerintah dan pihak swasta perlu bekerjasama untuk memikirkan dan selanjutnya menghadirkan sistem transportasi umum yang lebih baik. Sudah saatnya di setiap kota diciptakan sebuah transportasi massal yang dikonsep dengan matang untuk mengatasi problem lalu lintas dan sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat akan transportasi yang lebih aman dan nyaman.

b. Keamanan (Security)

Dengan adanya kebijakan dalam keamanan system transportasi diharapkan dapat membantu dalam pembangunan sistem keamanan transportasi dalam menghadapi tindak terorisme maupun pencegahan gangguan keamanan transportasi bagi industri transportasi.

c. Peraturan / Perpajakan (Regulation / taxation)

Pajak yang sudah dipungut oleh negara akan digunakan untuk membiayai semua kepentingan umum, termasuk juga untuk membiayai pembangunan sehingga dapat melakukan pembenahan dalam bidang infrastruktur transportasi.

 

  1. DEMOGRAFI DAN MASYARAKAT (Demography and society)

Kemudahan akses menuju suatu daerah serta intensitas tata guna lahannya adalah erat hubungannya dengan ketersediaaan sarana dan prasarana transportasinya. Perkembangan perkotaan yang pesat yang terjadi bersamaan dengan peledakan populasi adalah merupakan fenomena yang tidak dapat diabaikan sebagai faktor penentu perkembangan transportasi. Perkembangan daerah perkotaan ditandai dengan perubahan pusat kota yang mengikuti perkembangan demografi, sosial dan ekonominya. Perkembangan tersebut menyebabkan meningkatnya jumlah pergerakan dari daerah pedalaman/pedesaan menuju daerah perkotaan yang menuntut pengembangan transport antar kota.

  • Pertumbuhan Penduduk (Population Growth)

Pada umumnya di Negara yang sedang berkembang perkembangan penduduk sangat tinggi tingkat kecepatan perkembangannya dan besar jumlahnya, hal ini harus ditanggapi serius oleh pemerintah karena kedepannya pasti akan membutuhkan system moda transportasi yang lebih tertata guna mengimbangi pertumbuhan penduduk yang ada

  • Penuaan / pensiun ( Aging / Retirement)

Dengan adanya penuaan serta pensiunan penduduk maka akan berpengaruh terhadap menurunnya penggunaan transportasi pribadi sehingga dapat menekan laju dari pada system transportasi kedepannya, tetapi hal ini juga mungkin harus diimbangi dengan penyediaan transportasi untuk kalangan masyarakat yang sudah pensiun seperti adanya angkutan umum yang layak.

  • Urbanisasi (Urbanization)

Para ahli transportasi juga sepakat bahwa penyebab dari permasalahan transportasi di Indonesia adalah Urbanisasi. Urbanisasi merupakan perpindahan penduduk dari desa menuju ke kota. Akibatnya, jumlah penduduk di perkotaan akan terus meningkat, dan jika ketersediaan sarana dan prasarana transportasi tidak ditingkatkan dan dikelola dengan baik, maka akan berakibat fatal terhadap sistem transportasi di suatu kota bahkan dapat berimbas terhadap perkembangan ekonomi di kota tersebut.

  • Mengubah pola kerja ( Changing Work Patterns)

untuk dapat memahami pola kerja transportasi dan aksesibilitas perdesaan, dituntut untuk memiliki cakrawala pemahaman yang luas, serta cara pandang multidimensi, karena hanya dengan cara demikian dapat dilahirkan pengetahuan yang cukup memuaskan untuk menjadi dasar keputusan pemecahan persoalan

 

  1. Energi dan lingkungan (Energy & Environment)

Sektor Transportasi merupakan salah satu komponen yang membuat pemborosan energi terjadi,  seperti yang diakibatkan oleh kemacetan di Jakarta. Data dari Indonesia Climate Change Trust Fund mencatat bahwa penggunaan energi untuk transportasi di Indonesia meliputi 48% dari penggunaan energi total di tahun 2005, dan pada saat yang bersamaan, konsumsi bahan bakar indonesia tersebut menghasilkan sekitar 67 juta ton CO2 (ICCSR, 2010). Permasalahan konsumsi bahan bakar ini tentunya harus menjadi perhatian penting bagi Pemerintah, terutama dengan adanya Peraturan Presiden No. 61 tahun 2011 mengenai Rencana Aksi Nasional dalam Penurunan Gas Rumah Kaca.

  • Ketersediaan Energi (Energy Availability)

ketidakefisienan di sektor transportasi lebih banyak disebabkan oleh jumlah kendaraan pribadi yang sangat banyak dan kendaraan-kendaraan yang ada di jalan-jalan saat ini, Hal ini jika tidak diimbangi dengan ketersediaannya energy tentunya akan berdampak pada system transportasi

  • Bahan Bakar Alternatif (Alternative Fuels)

bahan bakar ramah lingkungan persiapan bio diesel untuk pengganti solar dan etanol untuk bensin. Pada transportasi darat sudah bisa serta merta dilaksanakan secara parsial, perorangan, dan kelompok karena  sudah banyak yang membuat dan menjual di operator darat, dengan adanya bahan bakar alternative ini akan membantu dalam menekan pemakaian energi

  • Perubahan Iklim ( Climate Change )

Semakin banyaknya penggunaan kendaraan / transportasi maka akan berdampak pada perubahan suhu / iklim yang disebabkan oleh polusi yang dikeluarkan oleh kendaraan tersebut. Dampak yang dirasakan akibat menurunnya kualitas udara perkotaan oleh masyarakat secara langsung ialah menurunnya kualitas kesehatan masyarakat yang ditandai terjadinya infeksi saluran pencernaan, timbulnya penyakit pernapasan, adanya Pb (timbal) dalam darah, dan menurunnya kualitas air bila terjadi hujan (hujan asam).

 

  1. Teknologi (Technology)

Teknologi merupakan suatu sarana yang akan digunakan oleh pemerintah guna menyokong dari pada arus kegiatan transportsi, dimana dengan adanya kemajuan teknologi diharapkan dapat memberikan dampak positif guna mengembangkan atau memperbaiki system serta infrastruktur yang sudah berjalan selama ini.

  • Teknologi Informasi (Information Technology)

Diharapkan teknologi informasi ( TI ) memungkinan untuk mengubah mobilitas dengan perintah peningkatan arus dan praktek manajemen rantai pasokan . Hal ini sering dikaitkan dengan pemanfaatan yang lebih baik dari aset yang ada dan keuntungan produktivitas diturunkan . TI juga memiliki potensi tinggi untuk memberikan kontribusi untuk fasilitasi perdagangan melalui prosedur kustom lebih efisien sebagai informasi kargo standar dan dipertukarkan.

  • Teknologi Material (Materials Technology)

Sebuah bentuk bangunan mungkin dibuat dari beberapa pilihan jenis material seperti baja, beton, kayu, kaca atau bahan lainnya. Setiap bahan tersebut mempunyai karakteristik masing-masing. Ilmu bidang struktural mempelajari sifat-sifat material itu sehingga pada akhirnya dapat dipilih material mana yang cocok untuk jenis bangunan tersebut. Dalam bidang ini dipelajari lebih mendalam hal yang berkaitan dengan perencanaan struktur bangunan, jalan, jembatan, terowongan dari pembangunan pondasi hingga bangunan siap digunakan.

  • Teknologi Mesin ( Engine Technology)

Dengan adanya perbaikan pada teknologi mesin juga sangat memungkinkan bermanfaat pada mode dan terminal yang diharapkan , yaitu dalam hal kinerja .

 

  1. Ekonomi (Economics)

a. Pertumbuhan Ekonomi (Economics growth)

Perkembangan infrastruktur dengan pembangunan ekonomi mempunyai hubungan yang erat dan saling ketergantungan satu sama lain. perbaikan dan peningkatan infrastruktur pada umumnya akan dapat meningkatkan mobilitas penduduk, terciptanya penurunan ongkos pengiriman barang-barang, terdapatnya pengangkutan barang-barang dengan kecepatan yang lebih tinggi, dan perbaikan kualitas dari jasa- jasa pengangkutan tersebut.

b. Perdagangan Global (Global Trade)

Transportasi merupakan kebutuhan yang sangat esensial, karena keberadaan sistem angkutan global yang serba cepat, tepat dan handal telah menciptakan fenomena dunia tanpa batas, mempermudah keputusan untuk merelokasikan kegiatan usaha dari suatu negara kesatu atau beberapa negara lain.

c. Integrasi Ekonomi (Economic Integrastion)

Integrasi ekonomi kemungkinan akan bertahan , yang akan mendukung sistem transportasi regional yang lebih komprehensif dan mulus . Secara prinsip, transportasi darat harus mengintegrasikan daerah yang satu dengan daerah lainnya dalam rangka menyukseskan otonomi daerah dan berperan mengintegrasikan dan membuka ketertinggalan daerah-daerah yang tidak bisa dijangkau oleh angkutan darat.

d. Biaya Transportasi (Transportation Cost)

Harga transportasi yang relatif juga terkait dengan kelangsungan hidup dimana mereka mengambil nilai dari beberapa rantai pasokan dan keunggulan komparatif. Seperti biaya transportasi diperkirakan akan meningkat pada jangka menengah, yaitu karena bahan bakar fosil, permintaan transportasi ke rantai pasokan global hal ini akan menyesuaikan sesuai dengan volume tetapi mereka juga akan memperhatikan lokasinya.

 

  1. Keuangan (Finance)

a. Mekanisme Keuangan (Finance Mechanisms)

Pengelolaan keuangan merupakan salah satu kegiatan administrasi utama dalam pemerintahan yang menuntut prinsip tata kelola yang baik dan mengharuskan setiap organisasi mengelola keuangan dengan baik dan benar, sehingga setiap kegiatan/ pengeluaran dapat dipertanggungjawabkan dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah perundang-undangan yang berlaku.

b. Nilai Aset Serta Pengembalian Modal (Pricing and Returns)

Dalam sistem transportasi nilai aset transportasi dan pendapatan yang mereka hasilkan cenderung menjadi faktor penting di balik pendanaan mereka. Dengan demikian, inovasi transportasi tidak dapat diadopsi secara efektif jika pembiayaan tidak bisa dijamin. Pertimbangan keuangan juga terkait dengan isu-isu demografi, yaitu penuaan atau pensiunan. Populasi yang menua cenderung lebih memakan kekayaan sebagai lawan kekayaan memproduksi , yang dapat merusak ketersediaan modal

c. Kerjasama Pemerintah / Swasta ( Public / Private Parterships)

Kerjasama antara pihak Pemerintah – swasta menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan perkotaan akibat keterbatasan pemerintah, sehingga perkembangan kota tidak terhambat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk merealisasikan hal tersebut maka diperlukan peran aktif pemerintah untuk memfasilitasi terwujudnya kerjasama pemerintah-swasta dan tidak menghambat partisipasi sektor swasta. Diharapkan, melalui kerjasama pemerintah-swasta, dapat menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.

Posted on Juli 30, 2014, in aLL categories, KEPELABUHANAN, Materi Kepelabuhanan and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: